Buktinya, sebanyak 60,0 persen sobeX memiliki guru yang ber-attitude kurang baik di sekolah mereka. Kelakuan guru yang kurang berkenan itu pun bermacam-macam. Mulai dari guru yang suka mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor (39,6 persen), merokok saat jam pelajaran berlangsung (19,4 persen), suka menggosip (18,1 persen), dan masih banyak lagi.
Dan, rupanya sang guru tahu (56,3 persen) kalo sikapnya itu nggak baik dilakukan di depan muridnya. Tapi, yang nggak habis pikir, sang guru nggak mau intropeksi diri (75,0 persen), cuma 25,0 persen guru yang sikapnya berubah.
SobeX yang mau curhat duluan adalah Hernando. Dia ngaku kalo di sekolahnya ada satu guru yang attitude-nya kurang baik untuk seorang guru. “Aku pernah diajar dengan guru itu, dan setiap dia ngajar ada aja keluar kata-kata kasar dan kotor. Menurutku sih mungkin itu memang sudah bawaanya dari sana, tapi setidaknya beliau bisa menahan sementara saat mengajar. Kan takutnya ada temen yang mengikuti kata-katanya itu, kan nggak baik juga,” kata cowok asal SMPN 1 Pekanbaru ini.
Dyah Fitriayu Ningtiyas, siswi SMK Ibnu Taimiyah ini juga punya cerita yang sama dengan Nando. “Ceritanya sih sewaktu aku SMP, ada salah satu guru bahasa asingku yang aneh banget. Beliau suka nggak jelas kalo mengajar, bikin muridnya malah tambah bingung. Beliau juga suka menang sendiri dan nggak mau menerima pendapat dari temen-temen. Pernah suatu hari ada temenku yang ingin mengkoreksi pendapat guru tersebut, tapi dia malah meremehkan pendapat temenku itu. Yaaa…, setidaknya walaupun pendapat temenku itu salah, tapi jangan meremehkan gitu dong caranya. Sebenarnya temen-temen udah pengin banget ngasih tahu ke guru tersebut, tapi bagaimana mau ngasih tahu, wong gurunya sendiri keras kepala,” cerita cewek yang akrab dipanggil Diah ini.
Harus Tetap Dihormati
Hormati gurumu, sayangi teman…Itulah tandanya kau murid budiman…
MASIH inget nggak lagu yang berjudul Pergi Belajar ciptaan Ibu Sud yang sering kita nyanyikan semasa taman kanak-kanak (TK) atau sekolah dasar (SD) dulu? Lagu ini memberi pesan agar kita sebagai manusia mau terus belajar dan menghormati orang tua dan guru sebagai orang yang memberikan kita pengetahuan.
Namun bagaimana kalo sang guru sendiri nggak menghargai dan menyayangi kita sebagai anak didiknya? Dan juga memiliki kelakuan yang kurang berkenan di hati murid-muridnya? Apakah kita masih harus menghormatinya dan mengambil pelajaran yang diajarkannya? Atau malah sebaliknya?
Menurut sobeX, sikap guru yang seperti itu bisa berdampak buruk (96,7 persen) kepada siswa-siswinya. Yang pasti guru tersebut menjadi bahan omongan murid-muridnya (31,5 persen).
Selain itu, sang guru juga jadi nggak dihormati lagi sama muridnya (29,3 persen), atau bahkan murid-muridnya sampai ikut meniru kelakuan guru tersebut (22,8 persen).
Namun, meski mereka kurang menyukai sikap guru tersebut, sebanyak 59,4 sobeX tetap menghormati sang guru itu. Karena menurut sobeX, meskipun sang guru mempunyai attitude nggak baik, tapi bagaimanapun juga, dia (baca: guru) adalah orang tua kedua kita yang harus dihormati.
Ada juga yang mengatakannya langsung ke guru yang bersangkutan agar berubah (13,5 persen).
Erna Astuti yang bersekolah di SMAN 2 Tambang memberikan komentar. Menurutnya, guru bertanggung jawab untuk mendidik muridnya menjadi lebih baik lagi. “Seorang guru itu harus menjaga sikapnya di depan siswa-siswinya.
Dengan begitu sang guru pasti dihormati, dan siswa-siswinya pun bangga memiliki guru yang bersikap baik,” katanya
0 komentar:
Posting Komentar